Home spa
SPA

REVIEW: Home Spa Pakai GoMassage, Worth It Nggak Sih?

Istilah home spa awalnya agak aneh buat aku. Menurutku, spa itu perlu banyak peralatan dan suasana yang bikin rileks. Di Indonesia sendiri home spa mungkin kurang populer dibanding dengan day spa. Tapi sejak ada fitur GoMassage, sepertinya sekarang nggak harus panas-panasan dulu kalau mau spa.

Sebentar, GoMassage itu sebenarnya termasuk home spa nggak ya? 

Home spa sendiri bisa diartikan sebagai layanan memanjakan diri dengan membersihkan dan membuat tubuh serta pikiran rileks di rumah. Ini bisa termasuk massage atau pijat, luluran, totok wajah, facial, maskeran, hingga manicure pedicure. Spa nyatanya nggak melulu berhubungan dengan air, asalkan bisa membuat tubuh, jiwa dan pikiran kembali segar. Karena pergi ke spa cukup memakan waktu dan biaya yang besar, maka home spa menjadi cara populer di luar negeri untuk memanjakan diri.

Sebenarnya sudah lama aku mau coba GoMassage, tapi baru bisa direalisasikan sekarang. Penasaran, seperti apa rasanya home spa itu? Seperti yang kamu tahu, selama ini aku hobi pergi ke satu spa ke spa yang lain dan me-review banyak aspek mulai dari bangunan, interior hingga fasilitas. Seperti itu ciri khas review spa yang aku buat di Pamperstory.com. Tapi karena ini home spa, kayaknya review kali ini nggak sedetail review lainnya.

RESERVATION

Seperti yang sudah kamu tahu, cara memesan layanan GoMassage adalah lewat aplikasi GoLife, bukan GoJek. Kamu tinggal klik ikon GoMassage lalu pilih kategori yang kamu mau. Waktu itu aku pilih body rejuvenation karena mau ambil body massage. Karena aku juga hobi totok wajah, jadi aku pesan paket massage dan totok dengan durasi 2 jam. Durasi segitu cukup lah buat aku. Biasanya di spa mana pun aku juga ambil treatment dengan durasi minimal 2 jam.

FYI, di GoMassage ini kamu bisa masukin preferensi penyedia jasa. Dan bagusnya lagi, mereka concern sama yang namanya sexual harassment. Jadi pihak GoLife sudah kasih peringatan demi keamanan dan kenyamanan pelanggan maupun terapis. Kali ini, aku dapat terapis atas nama Mba Lia.

Ragam pilihan treatment
Cara pesan GoMassage
Order GoMassage

THE TREATMENT

Hari itu aku lagi nggak ke kantor karena harus urus keperluan kantor yang mendesak. Sempat panas-panasan di luar, aku pikir enak kali ya kalau memanjakan badan dulu. Tadinya mau ke spa, tapi mengingat saat itu sudah sekitar jam setengah 2 siang dan suami sampai rumah sekitar jam 5 sore, agak sulit kayaknya kalau harus ke spa ambil paket yang 2 jam. Belum lagi pulang-pergi dan ongkosnya. Apalagi kalau day spa itu seenggaknya perlu booking dulu minimal sehari sebelumnya. Yup, akhirnya cobain GoMassage.

Nggak lama setelah booking dan sesuai waktu yang di aplikasi, Mba Lia alias terapisku sampai rumah. Dari pertama ketemu, kesan pertama Mba Lia itu ramah banget. Aku memilih untuk treatment di kamar karena sudah ada spring bed.

THE EQUIPMENTS

Waktu Mba Lia baru datang, aku sempat jelasin kalau aku minta izin untuk foto peralatan GoMassage-nya. Sayangnya kemarin Mba Lia nggak bawa peralatan GoMassage, bahkan juga nggak pakai seragam GoMassage. Mba Lia bilang dia baru masuk GoMassage baru beberapa bulan. Tadinya GoClean selama 2 tahun. Karena ada pergantian seragam, jadinya belum terima seragam yang baru.

Body massage

Saat itu aku perhatikan Mba Lia bawa handuk panjang sebagai alas antara aku sama spring bed. Lalu bawa kain panjang juga untuk penutup badan. Untuk minyaknya sendiri aku nggak sempat lihat Mba Lia bawa massage oil apa, tapi wanginya wangi melati. Yang menarik perhatianku, sebelum mulai Mba Lia nunjukin aku kalau dia pakai pin yang dipasang di bajunya tentang sexual harassment. Mungkin maksudnya sebagai mitra GoMassage, Mba Lia mendukung gerakan anti sexual harassment tersebut.

Seperti biasa, aku selalu menilai pijatan terapis. Selama treatment, nggak ada pijatan yang bikin sakit. Ini beda banget dengan beberapa spa yang pernah aku datangi, yang harganya jauh lebih mahal tapi bikin badanku biru-biru karena tekniknya salah (aku nggak mahir soal teknik massage, tapi sebagai orang yang sering massage, aku bisa tahu pijatannya salah atau nggak. Dan ini bukan diukur dari rasa sakit, ya).

Terakhir yaitu totok wajah. Wajahku dilembapin dengan kapas dan toner, lalu dikasih semacam lotion baru ditotok. Senang banget ketika Mba Lia juga sempat kasih aku head massage walau sebentar. Setelah totok wajah rasanya kulit jadi lebih fresh.

Totok wajah

THE STORY

Awal mulai treatment, kami sempat ngobrol. Mba Lia cerita kalau dia sempat kerja di hotel di Kalimantan. Mba Lia adalah single parent dengan 2 anak. Suaminya meninggal pas anaknya masih kecil. Sebagai single parent, Mba Lia pernah banting tulang kerja di sebuah hotel di Jakarta yang kemudian hotel tersebut bangkrut. Atas rekomendasi dari teman, Mba Lia merantau ke Kalimantan untuk kerja di hotel juga. Mba Lia sempat pegang semua peran, mulai dari FO, housekeeping hingga spa. Jadi nggak heran kalau teknik pijatan dia enak banget!

Awalnya nggak ada niatan untuk tanya-tanya. Tapi ya namanya juga jurnalis, rasa penasaran itu ada, hehe. Setelah dengar cerita hidup Mba Lia, aku jadi mikir. Sebagai single parent, Mba Lia adalah sosok yang bertanggung jawab dan seorang perempuan yang tangguh. Aku nggak tahu entah apa alasan Mba Lia untuk kembali ke Jakarta. Namun dengan adanya layanan seperti GoClean dan GoMassage bisa memberikan kesempatan baru bagi Mba Lia dan mereka di luar sana untuk terus berkarya dan menghidupi keluarganya. Sambil dipijat, aku berpikir dalam diam, bersyukur rasanya ada jenis pekerjaan di mana orang-orang seperti Mba Lia ini bisa menjadi mitra.

THE PRICE

Setelah body massage dan totok wajah, Mba Lia pamit pulang. Cukup berkesan dapet treatment dengan Mba Lia dan rencananya dia aku jadikan terapis favorit di GoMassage. Dengan durasi 2 jam, biaya yang aku keluarkan yaitu Rp 165 ribu, jelas jauh lebih murah ketimbang ambil treatment di day spa yang harganya bisa 300-an ribu. Ya, masing-masing memang ada plus minusnya. Tapi kesan aku cobain home spa pertama kali dengan GoMassage ini lumayan banget kalau lagi nggak ada budget banyak atau punya waktu yang terbatas. #PastiAdaJalan deh kalau mau relaksasi.

BONUS

GoMassage event

Seminggu lalu, kebetulan kantorku juga didatangi GoMassage dan GoGlam. Aku baru tahu kalau mereka juga bisa adain event seperti ini di kantor-kantor. Lumayan banget karena untuk menikmati fasilitas mereka, cukup bayar Rp 1 aja pakai GoPay!

Itu tadi review dari aku yang pertama kali coba GoMassage. Sayangnya nggak bisa ambil foto secara eksklusif karena peralatannya nggak dibawa. Semoga nanti kalau GoMassage lagi dapet yang peralatannya lengkap. Kesimpulannya apakah ini worth it apa nggak, menurutku worth it banget buat kamu yang mengutamakan rasa rileks, hemat waktu dan biaya dan nggak suka treatment yang aneh-aneh.

The Treatment 87%
The Price 92%
Reservation 100%
The Equipments 50%

Disclaimer: Tulisan ini tidak disponsori oleh pihak mana pun. Fasilitas dan penilaian yang ditulis murni berdasarkan pengalaman penulis.

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: